Recent Updates
  • Bismillah

    *đź’¦SELALU ADA PEMENANG.....SELALU ADA PECUNDANG...đź“ť*

    *🎯Antum ada di mana ?*

    _"Pendaki yang sampai ke puncak hanyalah yang tangguh. Pejuang yang sampai kesuksesan, hanyalah yang sabar. Dan kita diberi pilihan, menjadi manusia yang mudah rapuh oleh tantangan, atau justru menghebat seiring dengan hebatnya tantangan. Percayalah badai selalu menyisakan pohon-pohon terkuat."_ (Arr-Mlma)

    *🍀Siapa PeMENANG....?*

    _âś…Rasulullah saw bertanya :” Tahukah kalian, siapa yang imannya paling hebat ? Para sahabat menjawab : Para malaikat, ya Rasulullah. Lantas Rasulullah saw berkata : Tentu saja mereka beriman, karena mereka mendengar perintah Allah. Lalu Para sahabat menjawab lagi: Para Nabi & Rasul, ya Rasulullah. Lantas Rasulullah saw berkata : Tentu saja para Nabi & Rasul beriman karena malaikat Jibril menyampaikan wahyu kepada mereka. Para sahabat menjawab: Ya Rasulullah, kalau begitu para sahabat anda. Maka Rasulullah saw berkata : Tentu saja kalian beriman karena melihat mukjizatku & aku selalu menyampaikan wahyu-wahyu yang kuterima kepada kalianLalu para sahabat bertanya: Ya Rasulullah, kalau begitu siapa ? Kemudian Rasulullah saw bersabda: Orang yang imannya hebat adalah mereka yang datang setelahku, padahal mereka belum pernah melihat wajahku. Mereka mengakui kerasulanku, padahal sama sekali tidak mengenal diriku. Maka mereka itulah kawan-kawanku yang paling hebat…”_ [HR.Thabrani, Baihaqi & Ahmad]

    _âś… Nabi Salalallahu 'alaihi wassalam pernah bersabda yang bermaksud: “Perumpamaan hidayah dan ilmu yang aku bawa daripada Allah adalah bagaikan hujan yang lebat yang menimpa bumi maka ada bahagiannya yang subur dan yang mudah untuk menyerap air, lalu tumbuhlah pokok dan rumput yang banyak, dan ada pula bahagiannya yang keras yang hanya mampu menampung air tetapi tidak mampu menyerapnya, lalu manusia dapat mengambil manfaat daripadanya seperti minum, menyirami dan pengairi tanaman, dan ada pula bahagian yang lain yaitu bagian tanah yang sama sekali tidak dapat menerima air dan tidak pula dapat menumbukan tanam-tanaman di atasnya. Demikianlah perumpamaan untuk orang yang memahami agama Allah (tafaqquh fid din), dia dapat mengambil manfaat daripada apa yang diberikan oleh Allah kepadaku, lalu dia mengetahuinya dan mengajarkannya kepada orang lain dan perumpamaan untuk orang yang tidak mengangkat kepala dengan itu dan perumpamaan untuk orang yang tidak dapat menerima hidayah yang telah diturunkan oleh Allah SWT kepadaku"._ (hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

    _âś… "Barang siapa mengerjakan amal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan ami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."_ (An-Nahl (16): 97)

    _âś… Satu ketika Nabi saw ditanya “Siapakah orang yang paling berat ujiannya?”. Maka Baginda menjawab:“Para Nabi, kemudian orang yang seperti mereka sesudahnya, dan orang semacam mereka berikutnya. Seseorang itu akan diuji sesuai dengan kadar agamanya. Apabila orang itu kuat agamanya maka semakin keras ujiannya. Kalau agamanya lemah maka dia akan diuji sesuai dengan kadar agamanya. Maka musibah dan ujian itu sentiasa menimpa seorang hamba hingga dia ditinggalkan berjalan di atas muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.”_ (Riwayat Imam Tirmizi)

    _âś… “(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam Keadaan baik oleh Para Malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum, masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan"._ (QS. An-Nahl (16): 32).

    *â›”Siapa PeCUNDANG...?*

    _âś…Siapapun yang meninggalkan sunnah...._
    _âś…Siapapun yang tidak berilmu..._
    _âś…Siapapun yang tidak beramal sholeh...._
    _âś…Siapapun yang tidak sabar dalam ujian..._
    _âś… “(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh Para Malaikat dalam Keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatanpun". (Malaikat menjawab): "Ada, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang telah kamu kerjakan". “Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahannam, kamu kekal di dalamnya. Maka Amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu”._ (QS. An-Nahl (16): 28-29).

    *_đź’¦Semoga Allah menetapkan naungan dan ampunan bagi kita semua, sampai Allah swt memenangkan dunia akherat kita...._*

    🌿Aamiin yaa rahiim


    *đź’¦Barakallahufikum...*

    ===========================
    _@pesantrenmotivasiindonesiahaniymadanipenuhinspirasi_
    _#akusyar'i_
    _@bahagiaitukalaubersandarhanyakepadaAllahswt_
    Bismillah *đź’¦SELALU ADA PEMENANG.....SELALU ADA PECUNDANG...đź“ť* *🎯Antum ada di mana ?* _"Pendaki yang sampai ke puncak hanyalah yang tangguh. Pejuang yang sampai kesuksesan, hanyalah yang sabar. Dan kita diberi pilihan, menjadi manusia yang mudah rapuh oleh tantangan, atau justru menghebat seiring dengan hebatnya tantangan. Percayalah badai selalu menyisakan pohon-pohon terkuat."_ (Arr-Mlma) *🍀Siapa PeMENANG....?* _âś…Rasulullah saw bertanya :” Tahukah kalian, siapa yang imannya paling hebat ? Para sahabat menjawab : Para malaikat, ya Rasulullah. Lantas Rasulullah saw berkata : Tentu saja mereka beriman, karena mereka mendengar perintah Allah. Lalu Para sahabat menjawab lagi: Para Nabi & Rasul, ya Rasulullah. Lantas Rasulullah saw berkata : Tentu saja para Nabi & Rasul beriman karena malaikat Jibril menyampaikan wahyu kepada mereka. Para sahabat menjawab: Ya Rasulullah, kalau begitu para sahabat anda. Maka Rasulullah saw berkata : Tentu saja kalian beriman karena melihat mukjizatku & aku selalu menyampaikan wahyu-wahyu yang kuterima kepada kalianLalu para sahabat bertanya: Ya Rasulullah, kalau begitu siapa ? Kemudian Rasulullah saw bersabda: Orang yang imannya hebat adalah mereka yang datang setelahku, padahal mereka belum pernah melihat wajahku. Mereka mengakui kerasulanku, padahal sama sekali tidak mengenal diriku. Maka mereka itulah kawan-kawanku yang paling hebat…”_ [HR.Thabrani, Baihaqi & Ahmad] _âś… Nabi Salalallahu 'alaihi wassalam pernah bersabda yang bermaksud: “Perumpamaan hidayah dan ilmu yang aku bawa daripada Allah adalah bagaikan hujan yang lebat yang menimpa bumi maka ada bahagiannya yang subur dan yang mudah untuk menyerap air, lalu tumbuhlah pokok dan rumput yang banyak, dan ada pula bahagiannya yang keras yang hanya mampu menampung air tetapi tidak mampu menyerapnya, lalu manusia dapat mengambil manfaat daripadanya seperti minum, menyirami dan pengairi tanaman, dan ada pula bahagian yang lain yaitu bagian tanah yang sama sekali tidak dapat menerima air dan tidak pula dapat menumbukan tanam-tanaman di atasnya. Demikianlah perumpamaan untuk orang yang memahami agama Allah (tafaqquh fid din), dia dapat mengambil manfaat daripada apa yang diberikan oleh Allah kepadaku, lalu dia mengetahuinya dan mengajarkannya kepada orang lain dan perumpamaan untuk orang yang tidak mengangkat kepala dengan itu dan perumpamaan untuk orang yang tidak dapat menerima hidayah yang telah diturunkan oleh Allah SWT kepadaku"._ (hadis riwayat Bukhari dan Muslim) _âś… "Barang siapa mengerjakan amal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan ami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."_ (An-Nahl (16): 97) _âś… Satu ketika Nabi saw ditanya “Siapakah orang yang paling berat ujiannya?”. Maka Baginda menjawab:“Para Nabi, kemudian orang yang seperti mereka sesudahnya, dan orang semacam mereka berikutnya. Seseorang itu akan diuji sesuai dengan kadar agamanya. Apabila orang itu kuat agamanya maka semakin keras ujiannya. Kalau agamanya lemah maka dia akan diuji sesuai dengan kadar agamanya. Maka musibah dan ujian itu sentiasa menimpa seorang hamba hingga dia ditinggalkan berjalan di atas muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.”_ (Riwayat Imam Tirmizi) _âś… “(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam Keadaan baik oleh Para Malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum, masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan"._ (QS. An-Nahl (16): 32). *â›”Siapa PeCUNDANG...?* _âś…Siapapun yang meninggalkan sunnah...._ _âś…Siapapun yang tidak berilmu..._ _âś…Siapapun yang tidak beramal sholeh...._ _âś…Siapapun yang tidak sabar dalam ujian..._ _âś… “(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh Para Malaikat dalam Keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatanpun". (Malaikat menjawab): "Ada, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang telah kamu kerjakan". “Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahannam, kamu kekal di dalamnya. Maka Amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu”._ (QS. An-Nahl (16): 28-29). *_đź’¦Semoga Allah menetapkan naungan dan ampunan bagi kita semua, sampai Allah swt memenangkan dunia akherat kita...._* 🌿Aamiin yaa rahiim *đź’¦Barakallahufikum...* =========================== _@pesantrenmotivasiindonesiahaniymadanipenuhinspirasi_ _#akusyar'i_ _@bahagiaitukalaubersandarhanyakepadaAllahswt_
    4 0 Comments 0 Shares


  • _Bismillah_

    _*“Barangsiapa yang mempelajari al-Qur`an maka kedudukannya menjadi agung, barangsiapa yang belajar fiqih maka kehormatannya menjadi mulia, barangsiapa yang menulis Hadits maka hujjahnya menjadi kuat, barangsiapa yang belajar bahasa maka tabiatnya menjadi lembut, barangsiapa yang belajar berhitung maka pendapatnya menjadi kuat, barangsiapa yang tidak menjaga dirinya maka ilmunya tidak dapat memberi manfaat kepadanya.”*_
    (Tawaali at-Ta`siis bi Ma’ali Ibnu Idris, karya al-Hafidz Ibnu Hajar, hal. 136)

    Alhamdulillah, kita wajib bersyukur kepada Allah swt atas semua karunia-Nya dan pemeliharaan-Nya, hingga saat ini kita masih diberikan kesempatan (usia) untuk terus berbekal meningkatkan kualitas diri kita: *baik kualitas keshalehan hidup (hati) maupun kualitas fikriyah (al 'ilmu wal hikmah)*, untuk menyambut seruan Ilahi Rabbi sekaligus untuk berbahagia dengan pertemuan dengan-Nya di Firdaus-Nya. Aamiin.

    _Bismillah_ _*“Barangsiapa yang mempelajari al-Qur`an maka kedudukannya menjadi agung, barangsiapa yang belajar fiqih maka kehormatannya menjadi mulia, barangsiapa yang menulis Hadits maka hujjahnya menjadi kuat, barangsiapa yang belajar bahasa maka tabiatnya menjadi lembut, barangsiapa yang belajar berhitung maka pendapatnya menjadi kuat, barangsiapa yang tidak menjaga dirinya maka ilmunya tidak dapat memberi manfaat kepadanya.”*_ (Tawaali at-Ta`siis bi Ma’ali Ibnu Idris, karya al-Hafidz Ibnu Hajar, hal. 136) Alhamdulillah, kita wajib bersyukur kepada Allah swt atas semua karunia-Nya dan pemeliharaan-Nya, hingga saat ini kita masih diberikan kesempatan (usia) untuk terus berbekal meningkatkan kualitas diri kita: *baik kualitas keshalehan hidup (hati) maupun kualitas fikriyah (al 'ilmu wal hikmah)*, untuk menyambut seruan Ilahi Rabbi sekaligus untuk berbahagia dengan pertemuan dengan-Nya di Firdaus-Nya. Aamiin.
    7 0 Comments 0 Shares
  • Bismillah

    DOA YANG TIDAK TERTOLAK

    Sebagaimana kita ketahui bersama Doa bisa menjadi salah satu alasan seseorang untuk tidak berputus asa ketika menghadapi sebuah ujian atau masalah. Karena lewat doa, seorang hamba bisa memohon segala sesuatu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    Allah sangat mencintai orang-orang yang mau berdoa dan memohon pertolongan kepada-Nya. Allah juga akan mengampuni hamba-hamba-Nya yang selalu ingat dan berdoa kepada-Nya, sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits qudsi berikut ini:

    “Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, Aku mengampuni dosamu dan tidak Aku pedulikan lagi dosamu.” [HR. At-Tirmidzi]

    Berbicara tentang doa, ternyata ada doa-doa yang tidak akan tertolak sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, Rosulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

    “Ada tiga orang yang doa mereka tidak ditolak: Seorang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang didzalimi. Allah mengangkat doa itu di atas awan dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit, dan Allah berfirman : ‘Demi kemuliaan-Ku, Aku akan menolongmu, walaupun pada suatu saat nanti'” [HR. Ahmad]

    Dari hadits di atas, ada tiga golongan yang doanya tidak tertolak, mereka ialah:

    1. Orang yang Berpuasa
    Seseorang yang berpuasa dengan niat karena Allah pasti akan menjalankan puasa tersebut dengan sungguh-sungguh.

    Puasa sendiri akan menjadikan seseorang itu menahan hawa nafsu, melemahkan sikap sombong dan tamak, serta membuat hatinya bersih dan jiwanya suci.

    Orang yang berpuasa juga akan lebih dekat dengan Allah. Karena ketakwaan itulah, doa orang yang berpuasa tidak akan tertolak.

    2. Pemimpin yang Adil
    Doa dari pemimpin yang adil juga tidak akan tertolak. Seorang pemimpin adalah orang yang menjadi panutan, selain itu seorang pemimpin juga memiliki tanggungjawab yang besar dan kelak di akhirat ia akan dimintai pertanggungjawaban.

    Pemimpin yang adil adalah pemimpin yang bisa menjadi panutan dan sekaligus dapat menempatkan segala sesuatu yang sesuai dengan proporsi agar dapat mengambil keputusan dengan baik.

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang kriteria pemimpin di dalam Alquran:

    “Dan Kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan Kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka menyembah.” [QS. Al-Anbiya’ ayat 73].

    3. Orang yang Teraniaya
    Doa dari orang yang teraniaya dan terdzalimi juga tidak akan tertolak. Allah akan mengabulkan doa-doa mereka yang terdzalimi, meskipun orang kafir sekalipun.

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:

    “Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang yang dizalimi sekalipun dia adalah orang kafir. Maka sesungguhnya tidak ada penghalang diantaranya untuk diterima oleh Allah.” [HR Ahmad]

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

    “Allah tidak menyukai perkataan buruk, (yang diucapkan) secara terus terang kecuali oleh orang yang dizhalimi. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”. [QS. An-Nisa ayat 148]

    Rasul juga berpesan kepada sahabat untuk menjaga diri dari orang yang teraniaya. Dari Mu’az ra. berkata, aku diutus oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam. lalu Beliau bersabda:

    “Sesungguhnya engkau akan mendatangi sesuatu kaum dari ahli kitab, maka ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah. Jika mereka telah patuh untuk melakukan itu, maka beritahukanlah bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka shalat lima waktu dalam setiap sehari semalam. Jika mereka telah patuh untuk melakukan itu, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan atas mereka zakat yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka, kemudian diberikan kepada yang miskin. Jika mereka telah patuh untuk melakukan itu, jauhilah harta mereka. Peliharalah diri kalian dari doa orang yang terzalimi, karena sesungguhnya tidak ada penghalang antara doa tersebut dengan Allah”. [Muttafaq ‘alaih]

    Doa merupakan salah satu cara kita untuk memohon sesuatu kepada Allah. Doa juga merupakan penghubung, sarana untuk berhubungan dengan Allah. Allah menyeru kita untuk berdoa kepada-Nya. Dia menganjurkan kita agar memohon kepda-Nya.

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

    “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” [QS. Al-Araf ayat 55).

    Semoga doa kita semua tidak tertolak sehingga dimudahkan dapat berkumpul bersama di Jannah. Aamiin

    đź•‹Barakallahufikum....
    11 0 Comments 0 Shares
  • Bismillah

    10 Keutamaan Bulan Ramadhan

    Sebagaimana kita ketahui bersama
    Puasa ramadlan mengandung banyak keajaiban. Hal ini bukan hanya diakui oleh ulama-ulama Islam; tapi juga ilmuan-ilmuan Barat. Berikut ini, akan dipaparkan sepuluh keajaiban syariat puasa.

    Pertama, menurut Syeikh Ibnu Utsaimin dalam buku “Min Fataawaa al-Ulamaa fi al-Shiyaam wa al-Qiyaam wa Iid Syahr Ramadhan” (Musa Yunus, 1999: 23) puasa bisa membuat orang merasa sebagai satu entitas; mempererat jalinan hubungan antar individu masyarakat; dan bisa melatih jiwa untuk naik tingkat menuju kesempurnaannya.

    Kedua, menurut Syeikh Bin Baz dalam “Majmuu’ Fataawa wa Maqalaat Mutanawwi’ah-al-Shiyaam” (Ibnu Baz, 1420:XV/39-41), puasa bisa mensucikan, melatih dan membersihkan jiwa dari akhlak tercela serta membiasakannya melakukan akhlak mulia. Di samping itu, puasa membuat orang mengakui akan kelemahan dan kekuarangannya di hadapan Allah sehingga melahirkan rasa syukur dan kepedulian sosial dengan membantu saudara-saudaranya yang membutuhkan.

    Ketiga, dalam buku “Kitaab al-Shiyaam” (1992: 9, 10) karya Abu Bakar Al-Faryabi, disebutkan bahwa puasa sebagai metode unik (satu-satunya) untuk menanamkan pada jiwa manusia akhlak mulia, menyulut gairah keislaman, membersihkannya diri dari berbagai macam kotoran, memutus rasa ragu, mendorong mukmin bersedekah dan berderma serta mendorong kerekatan hubungan antara si kaya dan si miskin.

    Keempat, berdampak baik secara medis atau kesehatan. Alexis Carrel (dokter peraih nobel bidang kesehatan pada tahun 1912) pernah meneliti bahwa puasa memiliki efek dahsyat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Buah dari penelitiannya tersebut ditulis dalam sebuah buku berjudul: “Man the Unknow” (“The Miracle of Fast” [Amirulloh, 2014: X])

    Berbagai hasil penelitian para pakar terhadap kedahsyatan puasa yang dikumpulkan Allan Cott, M.D. dalam sebuah buku yang berjudul “Why Fasty?” , menjadi menarik untuk dikemukakan di sini. Berdasarkan hasil penelitian yang dikumpulkannya, di antara kedahsyatan puasa sebagai berikut: menjadikan penglihatan terasa lebih muda atau lebih jelas; membersihkan badan dari berbagai penyakit; menurunkan tekanan darah tinggi dan kadar lemak; mampu mengendalikan nafsu; membuat badan sehat dengan sendirinya; dapat mengendorkan ketegangan jiwa; dapat menajamkan fungsi indrawi; dapat mengendalikan kemauan diri sendiri; serta bisa memperlambat proses penuaan.

    Kelima, membuat fisik dan psikis lebih baik. Menurut penelitian Allan Cott, M.D. (ahli Biologi asal Amerika, dalam buku “Why Fasty?”), puasa dapat membuat fisik dan psikis lebih baik (to feel better physically and mentally).

    Keenam, bisa membuat awet muda secara fisik mental dan spiritual. Berdasarkan penelitian Dr. Yuri Nikolayev (Direktur Rumah Sakit Jiwa Moskow) menyebutkan bahwa puasa bisa mernbuat tetap awet muda secara fisik, mental dan spiritual.

    Ketujuh, puasa menimbulkan dampak sangat positif sekalipun bagi para wanita. Menurut Alvenia M. Fulton (Direktur Lembaga Makanan Sehat “Fultonia” asal Amerika Serikat) bahwa puasa adalah cara terbaik untuk memperindah dan mempercantik wanita secara alami. Di samping itu, bisa menghasilkan kelembutan pesona dan daya pikat. Yang tak kalah penting, puasa sanggup menormalkan fungsi-fungsi kewanitaan dan membentuk kembali keindahan tubuh.

    Kedelapan, Puasa dapat meningkatkan kecerdasan emosional (emotional quotient). Berdasarkan catatan beliau, puasa menjadi media yang sangat tepat untuk melejitkan kecerdasan emosional seseorang. Di samping itu, puasa juga dapat memperkuat motivasi, mendorong kemauan, mengajarkan kesabaran, membantu menjernihkan pikiran, dan menglihami pendapat yang cerdas.

    Kesembilan, dapat meningkatkan kecerdasan spiritual. Haji Amirullah menandaskan bahwa orang yang berpuasa merniliki kesadaran spiritual yang tinggi. Sebab ibadah puasa yang dikerjakan bukan karena dorongan manusia, tetapi karena kesadaran internal batiniyahnya yang tinggi, berupa: dasar keikhlasan sebagai bentuk kesadaran yang sesuai naluri manusia.

    Kesepuluh, puasa dapat memupuk kepekaan sosial. Ibadah puasa ini bisa melahirkan kepedulian sosial yang tinggi. Saat umat Islam dilarang makan dan minum selama sehari penuh, sejak terbit fajar sampai terbenam matahari, mereka bisa merasakan rasanya lapar dan haus. Karena di luar sana banyak saudara-saudara yang kadang tidak makan sampai berhari-hari.

    Bila dari kesepuluh keajaiban tadi dirangkum, maka keajaiban ibadah ini meliputi masalah medical (medis), spiritual, sosial, psikis dan emosional. Dengan menjalankan ibadah puasa dilandasi iman dan mengharap ridha Allah –sebagaimana dalam hadits shahih- insya Allah keajaiban-keajaiban itu bisa terkuak dan dirasakan oleh setiap orang yang menjalankannya sehingga dimudahkan dapat berkumpul bersama di Jannah. Aamiin

    đź•‹Barakalllahufikum
    15 0 Comments 0 Shares
  • Our clinic CahayaQu teams...
    Our clinic CahayaQu teams...
    12 11 Comments 0 Shares
  • 12 5 Comments 0 Shares
  • If you don't know anything, better be silent and don't create your own opinion....
    If you don't know anything, better be silent and don't create your own opinion....
    6 1 Comments 0 Shares
  • rest time with my sisters
    rest time with my sisters
    8 6 Comments 0 Shares
  • 7 1 Comments 0 Shares
  • 4 0 Comments 0 Shares
More Stories